Mother of Jasper and Levia

Dengan Jasper dan Levia saya merasakan sensasi yang sangat berbeda sebagai ibu. Pengalaman menjadi mamanya Jasper sangat berbeda dengan menjadi mamanya Levia. Saya bukan membandingkan mengalaman mana yang lebih baik dan lebih buruk, tapi lebih merasa bersyukur pernah dan punya pengalaman yang beragam. Saya pernah merasa cemas dan takut kalau rasa sayang saya ke Jasper dan Levia berbeda. Ternyata itu hanya kecemasan belaka. Saya nggak bisa jelasin dengan kata-kata, tapi saya menemukan ruang sendiri untuk Levia di hati saya tanpa mengurangi rasa sayang saya ke Jasper 🙂

Banyak orang bilang kalau lahiran secara SC lebih enak dan mereka takut sakit. Saya yang mengalami keduanya (anak pertama lahir secara SC dan kedua normal) cuma bisa bilang kalau dua-duanya sakit dan dua-duanya ada enak dan tidaknya 🙂 Tapi pada akhirnya bahagianya sama besarnya.

Banyak yang bilang kalau anak di gendong terus jadi bau tangan. Anak harus dilatih sedini mungkin untuk belajar tidur sendiri. Jasper awalnya saya ikutin aturan tentang bau tangan (sekitar 2 minggu pertama), sampai saya sadar kalau jarang digendong Jaspernya malah nangisnya makin sering. Akhirnya saya mengendong Jasper selama Jasper mau, alhasil Jasper nggak lagi rewel, jadi easy dan happy baby 🙂 Levia dari awal selalu saya gendong dan selalu didekat saya. Bisa dibilang 2 bulan pertama Levia selalu 24 jam didekat saya. Sekarang anaknya sering kalo mau tidur tinggal di taro aja di ranjang, tanpa dikelonin.

Ibu-ibu di Jerman sini saat ini lagi ganas-ganasnya dengan masalah ASI (apalagi jamannya Jasper). Breastfeeding itu harus! Anak yang dikasih ASI pompa langsung dilihat aneh dan ditanya2 kenapa nggak bisa kasih ASI langsung, dll. Anak yang dikasih sufor langsung ibunya di jutekin di RS dan nggak diajak ngomong sama bidan-bidan di RS. ASI itu sangat baik untuk bayi, tapi saya yakin setiap ibu punya alasan masing-masing kenapa dia memilih jalan yang lain. Dan kita sebagai orang luar seharusnya menghargai keputusan mereka bukannya menjudge mereka sebagai ibu yang tidak baik. Banyak anak yang nggak di kasih ASI entah apapun alasannya tapi tetep tumbuh sehat dan sukses di luar sana.

Banyak yang bilang anak jangan dikasih empeng. Banyak juga yang bilang anak lebih baik dikasih empeng daripada isap jempol. Nyatanya nggak semudah itu. Ada anak yang butuh empeng untuk menenangkan diri, ada yang tidak suka empeng dan mengisap jempol dan ada yang tidak butuh dua-duanya. Yang perlu diperhatikan adalah jangka waktunya. Kalau sampai umur 3 tahun belum lepas dari empeng atau isap jempol, itu yang harus kita pertanyakan kenapa dan cari solusinya. Jasper berhasil lepas empeng sebelum 3 tahun. Levia menolak berbagai macam empeng dan lebih memilih menghisap jempol. Semoga sebelum dua tahun udah bisa lepas sendiri 🙏

Banyak orang yang bertanya ke saya kenapa Jasper tidak dibesarkan dengan dua bahasa. Banyak yang menyayangkan Jasper hanya lancar bahasa jerman, tapi tidak bisa bahasa indonesia. Kapasitas setiap manusia berbeda-beda, baik itu orang tuanya dan juga anaknya. Prioritas dikehidupan kami mungkin berbeda, tapi yang pasti kami berusaha menjadi versi terbaik dari diri kami (saya dan Matthias sebagai orang tua dan Jasper sebagai anak).

Saya selalu percaya, semua ibu dan ayah sedang berusaha menjadi orang tua yang terbaik untuk anak-anaknya. Anak-anak merekapun begitu. Sejak punya anak saya selalu berhati-hati dalam berkomentar, karena saya tau kadang omongan itu jauh lebih gampang daripada melaksanakannya. Hanya satu prinsip saya sebagai ibu: Saya nggak akan menyerah untuk terus mencoba memberikan yang terbaik untuk anak-anak saya menurut versi keluarga kami. Yang baik buat keluarga saya belum tentu berlaku di keluarga lain. Yang buruk untuk keluarga lain mungkin malah baik di keluarga saya.

Getaggt mit , , ,

4 Gedanken zu „Mother of Jasper and Levia

  1. amijasmine sagt:

    Yup betul,cesar dan normal sama sama sakit. Yang penting setelah lahiran,punya tenaga kuat untuk begadang. Karena punya bayi biasanya harus begadang.

  2. Epi sagt:

    Well said!! Semangatt ta. Setiap ibu pasti memberikan yg terbaik ya. Btw bener loh, gw waktu lahiran carsen berasa takut gak bisa sayang 22nya. Tapi ternyata bener ada ruang yaaa buat kedua anak kita.

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: