Saya Bukan Kamu

Jaman sekarang dengan banyaknya social media jadi banyak juga yang membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain. Masalahnya yang ditampilkan di social media biasanya hanya sebagian kecil dari kehidupan sebenarnya. Dengan mengikuti social media seseorang bukan berarti kita bener-bener tau semua tentang orang itu.

Ada orang yang posting kalau pas jalan-jalan aja. Jadi dipikiran banyak orang lalo dia kerjaannya jalan-jalan doang. Padahal apa bener isi hidupnya jalan-jalan aja? Mungkin aja selama lagi nggak jalan-jalan orang itu kerja gila-gilaan dan lembur terus, tapi tentang hal itu nggak pernah diunggah di social medianya dia.

Atau ada orang yang kerjanya ngomel-ngomel terus di social media. Apa iya dia nggak ada ketawanya? Apa iya sepanjang hari cuma bad mood terus? Mungkin iya mungkin tidak. Dari social media kita nggak akan pernah tau.

Jadi saat kita komentar ‚ihhh si A enak ya’ atau ‚ihhh kasian sama si B’, coba pikir ulang apa iya seenak itu?? Apa iya kesian itu? Atau itu hanya postingan di social media aja? Si A atau si B sendiri ngerasa biasa-biasa aja.

Kalau gue sendiri percaya semua hidup ada enak dan nggaknya. Nggak ada hidup yang enakkk terus atau hidup yang susahhh terus. Semua ada porsinya, tapi interpretasi orangkan beda-beda disetiap keadaan. Nahh itu yang bedain juga cara pengungkapannya dan itu yang bedain juga gimana anggapan orang.

Kalo gue posting sesuatu tentang kerjaan, pasti anggepan orang beda-beda. Ada yang bilang ihhh kasian kerja terus dan nggak ada dunia lain. Atau ada yang bilang wahhh keren ya udah punya dua anak masih bisa kerja. Atau yang sinis bilang kasian anak-anaknya. Kalo kayak gitu mah nggak usah punya anak. Satu postingan tapi pandangan orang beda-beda.

Nahh yang jadi masalah tentunya kalau postingan seseorang bikin kamu minder, bandingin diri sendiri dengan orang lain atau malah bikin kamu iri dan nggak bahagia. Kalo gue prinsipnya: Gue lakuin yang gua suka. Gue cuma bertanggung jawab sama diri gue dan keluarga gue. Jadi apapun yang gue lalukan atau putuskan, pasti gue akan timbang-timbang positif dan negatifnya. Baik buat diri gue sendiri, buat suami gue dan juga buat anak-anak gue. Porsinya seberapa tergantung keadaan.

Kalau orang lain bisa belum tentu gue bisa. Setiap orang punya privilege yang beda-beda, setiap orang punya keberuntungan yang beda-beda dan setiap orang punya kesempatan yang berbeda-beda. Karena itu aku bukan kamu dan kamu bukan aku.

Daripada sibuk bandingin diri sendiri dengan orang lain, apalagi bandiginnya sama postingan di social media. Lebih baik kita lebih menikmati hari ini dan belajar mencari peluang untuk masa depan yang lebih baik. Tapi jangan lupa… Lebih baik dalam versi kamu ♥️

10 Gedanken zu „Saya Bukan Kamu

  1. Medsos itu emang hanya sebagian kecil hidup yang di-curated, jadi gak sepenuhnya refleksi dari hidup. Kita beruntung kalau bisa terus-menerus aware ttg hal ini, sayangnya banyak orang dewasa dan anak remaja yang gak aware dan jadinya malah ngerusak diri sendiri dengan kecemburuan.

  2. mamipapa sagt:

    Kalau gw prinsipnya liat foto socmed org lain ikut terhibur dan terinspirasi (misal foto jalan2, serasa ikutan seneng dgn mandang in foto orang aja) atau foto ttg anak2, keseharian, dll. Apabila socmed itu udah mengintimidasi dan bukan menginspirasi udah saatnya ditutup aja (ini yg selalu gw tekenin ke anak gw yg udah abg kl udah merasa iri dan kesel sama postingan org itu gak sehat) apalagi anak jaman skrg kan anak milenial, harus jadi ortu yg milenial pdhl type gw ortu klasik, yah disesuaikan dengan jaman, jadi sama2 belajar menjadi org tua jaman skrg, bukan anak doang yg belajar, kl org lain…terserah mandang apa hahaha, kan yg jalanin hidup kita betul gak?

  3. Dita sagt:

    bener banget, gak perlu bandingin diri sendiri sama orang lain karena gak akan pernah sama. Kalo orang lain bisa, emangnya aku harus bisa juga? kan enggak 😀

  4. Crystal sagt:

    Setuju banget sama tulisan ini Tha!

  5. setuju , social media hanya sebagian kecil aja yang ditampilkan. klo gw ikut sosmed buat nambah informasi aja, misalnya tips masak, tempat jalan yang enak, dsb.

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: