Happiness

Banyak orang yang menjadikan kebahagian sebegai tujuan hidup dan saya yang dulu adalah salah satu dari banyak orang itu 🙃 Sejak saya menjalankan ‚Menikmati Hari Ini‘ versi saya, saya mulai mengubah tujuan itu. Saya tidak punya tujuan akhir yang pasti, tapi saya pastikan prosesnya yang membuat saya bahagia.

Seberapa banyak impianmu dari kecil yang bener-bener kesampean? Atau banyak dari kalian yang impiannya berubah seiring dengan jalan?

Sayapun begitu… Impian saya berubah, tujuan saya tidak lagi sama, yang dulu penting sekarang tidak lagi, yang dulu paling utama sekarang dinomor belakang. Artinya saya berkembang 🙂

Saat saya menyatakan: Saya akan bahagia, kalau saya bisa kerja di perusahaan A. Maka kebahagian saya hanya berlangsung sebentar. Saya tidak akan merasa bahagia sebelum keterima di perusahaan A dan saya hanya bisa bahagia sebentar saat saya diterima di perusahaan itu. Saat saya sadar kalau perusahaan tidak sesuai ekspektasi saya, maka kebahagia saya bisa pudar. Dan seterusnya akan begitu…

Merasa bahagia harus diterapkan setiap hari dan saya berhasil menerapkannya dengan hidup lebih penuh kesadaran. Bukannya berarti saya tidak boleh bersedih atau marah. Tapi saat saya bisa menerima dan mengelola perasaan negatif saya, saya jadi lebih mudah untuk kembali merasa bahagia.

Kebahagian saya rasakan dalam setiap proses dan tidak bergantung pada suatu tujuan. Saya tidak menunggu bahagia saat saya bisa liburan bebas lagi seperti dulu atau saya tidak menunggu bahagia saat saya bisa mendapatkan sesuatu yang sudah lama saya inginkan. Saya bisa merasa bahagia dalam hal-hal kecil 🙂

Saya merasa bahagia saat saya minum kopi dipagi hari, ditemani musik dan sambil memulai untuk bekerja. Saya meminum kopi dengan penuh kesadaran, menikmati wanginya, merasakan hangatnya kopi yang saya buat. Saya merasa tenang dan bahagia dalam satu waktu.

Saya merasa bahagia saat saya bekerja dari rumah. Saya orang yang suka ke kantor dan berinteraksi dengan orang lain. Tapi… kerja dari rumah memberikan ketenangan tersendiri.

Saya merasa bahagia saat anak-anak dan suami pulang ke rumah. Saya bermain dengan sadar dengan anak-anak saya dan 100% fokus pada mereka. Dan lagi-lagi saya merasa bahagia 🙂 Walau mereka membuat rumah berantakan, membuat lantai kotor, tapi saya bahagia dengan mereka.

Well… Kebahagiaan nggak harus dari hal-hal besar, tapi banyak hal-hal kecil dari keseharian kita bisa membuat kita bahagia 🙂 Setidaknya itu pilihan saya untuk merasa bahagia.

Getaggt mit , , ,

5 Gedanken zu „Happiness

  1. Crystal sagt:

    Tha, such a great post 🙂

  2. Aku sempat mengalami pencerahan semacam ini di tahun 2020… Mungkin faktor pandemi yang bikin gue jadi banyak berpikir… Tapi resolusiku dari tahun 2021 sampai sekarang itu adalah membahagiakan diri sendiri dan keluarga kecilku karena tanpa kusadari selama ini ternyata gue selalu berusaha untuk kebahagiaan orang lain bukan utk diri sendiri… Terdengar egois tapi dulu tuh ternyata hubungan gue sama beberapa orang (teman, bukan keluarga inti) tuh cukup toxic yah… Toxic buat gue karena gue berusaha menyenangkan orang lain dan jadinya gue kehilangan jati diri…. 😁

    • Iya yul… Saat pandemi kita lebih intensif lg ya berinteraksi dengan diri sendiri. Kayaknya emang budaya indonesia yang banyak lebih mentingin kepentingan orang-orang sekitar daripada diri sendiri.

      • Bener banget, rasanya emang didikan dari orang tua sih gitu… Jadinya ga enakan gitu. Sebenarnya hal2 kecil lho, misalkan mengalah untuk makanan tertentu karena yang lainnya ga suka… Padahal gue suka banget… Hal2 sepele tapi lama2 tuh jd berasa gue ga bisa punya keinginan sendiri, selalu ngikut grup ato keinginan satu org

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s

%d Bloggern gefällt das: