Archiv der Kategorie: all about shinta

Perasaan Negatif

Belakangan ini saya banyak cerita tentang cara menjalani ‚Menikmati Hari Ini‘. Tujuannya bukan untuk menjadi bahagia selalu tanpa perasaan negatif, tapi lebih bagaimana menjalani hidup dengan penuh kesadaran. Dengan ‚Menikmati Hari Ini‘ saya lebih banyak merasakan kebahagiaan dengan hal-hal kecil dikehidupan sehari-sehari. Perasaan bahagia yang sering ini yang mempersempit ruang untuk merasakan perasaan negatif.

Saat kalian menjadikan kebahagian sebagai tujuan, biasanya ruang untuk perasaan negatif akan jadi lebih besar. Akan lebih banyak perasaan gelisah, takut, cemas, dll selama tujuan belum tercapai. Apalagi kalau tujuanmu itu jauh dijangkau dan tidak konkret. Padahal perasaan itu 90% atau lebih hanya dipikiran saja. Saat kita fokus kepada kebahagiaan kecil disekeliling kita, maka pikiran kita lebih fokus pada hal positif daripada hal negatif.

Bukan berarti perasaan negatif itu menghilang 100%. Perasaan negatif itu akan tetap ada, tapi frekuensi kedatangannya lebih jarang dan proses mengelolanya juga lebih mudah dan lebih cepat menghilang.

Menurut saya… Perasaan negatif itu bagian dari perasaan positif. Kalau kita tidak tau yang namanya sedih, bagaimana kita tau apa itu bahagia? Kalau kita tidak tau yang namanya gelap, bagaimana kita tau ada terang?

Lalu bagaimana saya mengelola perasaan negatif yang saya rasakan?

Pertama saya mencari tau perasaan apa itu: takut, cemas, marah atau sedih?

Kedua saya berusaha mencari tau kenapa ada perasaan itu? Bisakah saya merubah keadaan jadi lebih baik? Atau saya harus mengubah cara pandang saya? Banyak hal yang sebenernya tidak negatif, tapi karena kita terlalu keras dengan diri kita dan membuat perasaan negatif jadi sering muncul.

Kalau perasaan negatif sedang datang, saya biasanya berusaha cari waktu untuk beristirahat. Nggak perlu lama, hanya butuh beberapa menit. Biasanya sambil menikmati minuman yang hangat saya berusaha mengerti dan merasakan perasaan negatif itu. Pada akhirnya saya membuat keputusan antara mencari solusi untuk keluar dari perasaan negatif itu atau let it go.

Nggak semua masalah ada solusinya, kadang kita harus belajar nemerima keadaan. Menerima keadaan bukan berarti fokus pada perasaan negatif, tapi hanya mengubah pandangan saja. Contoh: Kamu tidak suka kerjaan kamu, tapi saat ini kamu tidak punya solusi lain. Saya pernah ada diposisi ini beberapa tahun yang lalu. Kerjaan baru saya waktu itu numpuk nggak ada abisnya dan bikin saya ketar ketir, cemas dan banyak perasaan negatif lainnya. Cari kerjaan baru juga nggak mudah dan saya tidak mau menyerah semudah itu. Waktu itu juga gajinya oke, fasilitasnya oke dan jam kerjanya juga flexibel. Pada akhirnya saya memutuskan untuk menerima keadaan dan saya belajar bikin prioritas apa yang penting dan apa yang bisa ditunda. Kalau perusahaan tidak puas, ya dia harus tambah pelerja lagi. Tidak sedikit kolega saya yang akhirnya malah burn out dan memutuskan cari pekerjaan lain.

Pada akhirnya saya bisa mengubah pandangan saya dan saya bisa fokus pada hal-hal positif diperusahaan tersebut. Lalu lama-lama saya melupakan melupakan hal-hal negatif. Dan… Saya bertahan hampir lima tahun disana 🙂 Bukannya perusahaannya yang jadi lebih baik, tapi saya yang berkembang 😇

Kenapa saya berhenti kerja disana? Karena sekarang prioritas dan kebutuhan saya berubah 🙂

Intinya perasaan negatif itu ada dan nyata. Kita harus belajar bagaimana mengolanya, bukan menghindarinya. Selamat menikmati hari ini ♥️

Getaggt mit , , ,

Happiness

Banyak orang yang menjadikan kebahagian sebegai tujuan hidup dan saya yang dulu adalah salah satu dari banyak orang itu 🙃 Sejak saya menjalankan ‚Menikmati Hari Ini‘ versi saya, saya mulai mengubah tujuan itu. Saya tidak punya tujuan akhir yang pasti, tapi saya pastikan prosesnya yang membuat saya bahagia.

Seberapa banyak impianmu dari kecil yang bener-bener kesampean? Atau banyak dari kalian yang impiannya berubah seiring dengan jalan?

Sayapun begitu… Impian saya berubah, tujuan saya tidak lagi sama, yang dulu penting sekarang tidak lagi, yang dulu paling utama sekarang dinomor belakang. Artinya saya berkembang 🙂

Saat saya menyatakan: Saya akan bahagia, kalau saya bisa kerja di perusahaan A. Maka kebahagian saya hanya berlangsung sebentar. Saya tidak akan merasa bahagia sebelum keterima di perusahaan A dan saya hanya bisa bahagia sebentar saat saya diterima di perusahaan itu. Saat saya sadar kalau perusahaan tidak sesuai ekspektasi saya, maka kebahagia saya bisa pudar. Dan seterusnya akan begitu…

Merasa bahagia harus diterapkan setiap hari dan saya berhasil menerapkannya dengan hidup lebih penuh kesadaran. Bukannya berarti saya tidak boleh bersedih atau marah. Tapi saat saya bisa menerima dan mengelola perasaan negatif saya, saya jadi lebih mudah untuk kembali merasa bahagia.

Kebahagian saya rasakan dalam setiap proses dan tidak bergantung pada suatu tujuan. Saya tidak menunggu bahagia saat saya bisa liburan bebas lagi seperti dulu atau saya tidak menunggu bahagia saat saya bisa mendapatkan sesuatu yang sudah lama saya inginkan. Saya bisa merasa bahagia dalam hal-hal kecil 🙂

Saya merasa bahagia saat saya minum kopi dipagi hari, ditemani musik dan sambil memulai untuk bekerja. Saya meminum kopi dengan penuh kesadaran, menikmati wanginya, merasakan hangatnya kopi yang saya buat. Saya merasa tenang dan bahagia dalam satu waktu.

Saya merasa bahagia saat saya bekerja dari rumah. Saya orang yang suka ke kantor dan berinteraksi dengan orang lain. Tapi… kerja dari rumah memberikan ketenangan tersendiri.

Saya merasa bahagia saat anak-anak dan suami pulang ke rumah. Saya bermain dengan sadar dengan anak-anak saya dan 100% fokus pada mereka. Dan lagi-lagi saya merasa bahagia 🙂 Walau mereka membuat rumah berantakan, membuat lantai kotor, tapi saya bahagia dengan mereka.

Well… Kebahagiaan nggak harus dari hal-hal besar, tapi banyak hal-hal kecil dari keseharian kita bisa membuat kita bahagia 🙂 Setidaknya itu pilihan saya untuk merasa bahagia.

Getaggt mit , , ,

Welcome 2022

Akhirnya berakhir juga tahun 2021, tahun yang nano-nano banget rasanya. Banyak ketawanya, banyak air matanya, banyak optimisnya tapi juga banyak kecewanya. Tapi pada akhirnya saat kita berfokus pada hal-hal yang positif aja, maka semuanya jadi berasa lebih ringan di jalanin.

Dan sekarang tahun 2022 sudah dimulai. Ada tiga hal yang aku mau fokus ditahun ini: positive mind, positive vibes and positive life.

Menurutku ini tiga hal yang penting untuk terus menjalankan motto hidup: Menikmati Hari Ini.

Selamat Tahun Baru semuanya… Semoga tahun 2022 ini semuanya menjadi lebih positif. Tidak perlu menantikan semua itu dari lingkungan kita, dimulai dari diri sendiri dulu aja 🙂

Saat Belum Menikmati Hari Ini

Aku dari kecil orangnya nggak pernah puas sama diri sendiri atau malah menganggap aku tuh ‚kecil‘. Orang lain selalu lebih hebat dari aku dan aku biasa aja. Aku paling jago nyebutin kehebatan orang lain, tapi payah banget nyebutin kelebihanku. Ini mungkin salah satu pengaruh dari pola asuh di keluargaku. Dari kecil aku selalu dibandingkan dengan sepupu lain yang lebih hebat, lebih rajin, lebih kalem, dan lebih ke‘cewek‘an dariku. Saat aku berhasil dianggap biasa aja, tapi saat aku kalah sama yang lain disebut-sebut terus 🙈

Ini mungkin salah satu sebab kenapa kepercayaan diriku dulu payah banget. Karena disekeliling kita ya emang banyak banget orang-orang hebat. Dan keluargaku berharap aku juga jadi salah satu orang hebat itu. Makanya mereka membandingkanku dengan orang lain, yang mungkin tujuan sebenernya untuk menyemangatiku. Tapi sayangnya itu tidak memotivasiku sama sekali. Terlalu banyak kritik ke diriku malah bikin aku jadi nggak punya rasa percaya diri. Kepercayaan diriku mulai tumbuh saat mulai tinggal di Jerman dan juh dari kebisingan siapa yang lebih hebat di keluargaku.

Aku bukannya mau nyalahin pola asuh itu. Iya… pernah ada waktu aku tuh sedih, kecewa atau bahkan marah dengan kejadian2 negatif yang aku alamin dulu, Tapi sekarang aku udah jauh lebih mengerti, kalau jaman dulu tuh akses pengetahuan sedikit banget. Orang tuaku juga punya trauma sendiri dan mereka juga kadang galau sendiri. Mendidik anak toh tidak mudah.

Yang aku sadar sekarang adalah dengan semua yang aku alamin dulu baik itu positif atau negatif, itu membentuk aku yang sekarang. Manusia bisa tumbuh biasanya karena pengalaman-pengalam negatif, bukan positif, Manusia bisa kuat karena ada masalah dalam hidupnya. Karena itu sekarang aku berterima kasih untuk semua pengalaman baik dan buruk yang pernah aku alami.

Menyalahkan masa lalu itu gampang banget dan aku sempat ada di situasi itu. Kalau ada kejadian tidak mengenakan, aku langsung mencari apa yang salah di masa lalu dan mulai menyalahkan masa lalu. Hasilnya hidupku nggak tenang dan selalu dalam bayangan masa lalu. Aku jadi orang yang tidak optimis. Puncak kemarahanku pada masa lalu itu saat aku menghadapi baby blues setelah melahirkan Jasper. Aku marah sama masa laluku…

Dan akhirnya aku sadar kalau ada sesuatu yang tidak beres. Aku mulai mengevaluasikan semua tentang diriku: masa lalu, masa sekarang, perasaanku, ketakutanku, keluargaku, semuanya… Sampai pada satu titik aku sadar, kalau masa lalu itu tidak bisa dirubah. Kalaupun kita marah sama masa lalu, masa lalu itu tetap tidak akan berubah. Demikianpun dengan masa depan. Seresah atau setakut apapun aku dengan berpikir tentang masa depan, kita tetap tidak tau apa yang akan terjadi. Itulah masa dimana aku memulai belajar ‚Menikmati Hari Ini‘.

Saat aku belajar fokus dengan masa ini, hidupku lebih tenang. Keresahanku hanya sebatas dengan masalah-masalah yang ada hari ini, bukan masa lalu atau masa depan. Dengan itu juga bisa lebih fokus untuk memikirkan solusi-solusi masalah saat ini, bukan solusi untuk masalah yang sudah lewat atau belum datang.

Ini bukan tentang tidak peduli dengan masa depan, tapi lebih mencoba fokus untuk masa sekarang. Contoh:

1. Saat kerja kita bolos terus, tanpa meresahkan masa depan. Yang penting nikmati hari ini. Tapi ya jangan heran juga kalo suatu saat kita malah dipecat.

2. Saat kerja kita fokus dan bekerja semaksimal mungkin. Kita memberikan yang terbaik yang kita bisa, menikmati pekerjaan dengan tanggung jawab. Kita menikmati hari dan nggak perlu meresahkan masa depan. Nggak perlu resah juga akan dipecat atau tidak, karena kita sudah memberikan yang terbaik.

Kasus 1 dan 2 tentu berbeda. Dua-duanya fokus pada hari ini tapi dengan perilaku yang berbeda. Kadang saat kita sudah memberikan yang terbaik, tetap saja datang pengalaman negatif. Ada faktor LUCK yang nggak bisa kita hindari. Nanti aku bahas juga tentang faktor LUCK ini menurut pandanganku. Yang penting saat hal negatif ini datang, aku tidak lagi menyalahkan masa lalu. Aku fokus pada masa ini dan mencoba menyelesaikan masalahnya. Tujuanku hanya satu, biar aku hidup tenang 😌😌

Getaggt mit , , , , ,

Aku mau menjadi apa?

Pertanyaan ini tentunya pertama kali kita dengar saat kita masih kecil. Pertanyaan yang membuat setiap anak mulai bermimpi tentang masa depan. Jasper yang sejak setengah tahun lalu selalu bermimpi untuk menjadi pilot. Mimpi besarnya itu sebenernya hanya mempunyai alasan yang sederhana yang menyejukan hati. Jasper mau jadi pilot, biar bisa mengendarai pewasat dan terbang ke oma opanya di Indonesia sana 🙂 Saya sendiri mimpinya sejak kecil tentu sering berubah-ubah, dari mau jadi dokter, arsitek, psikolog atau sekedar punya cafe sendiri dan akhirnya saya sekarang menjadi food technologist, seorang istri dan seorang ibu dari dua anak.

Apa mimpi saya selesai? Tidak.

Apa saya menyesal tidak menjadi dokter, arsitek, psikolog atau tidak/belum punya cafe sendiri? Tidak.

Saya terus bermimpi, saya ingin terus bermimpi. Tepatnya saya ingin terus mengembangkan diri saya, saya ingin belajar lebih banyak lagi. Saat ini saya sedang istirahat bekerja dan berdiam dirumah untuk menjaga kedua anak saya. Hal yang saya gagal lakukan saat kelahiran Jasper, anak pertama saya. Saya menyerah untuk berdiam diri dirumah, saya merasa frustasi, bahkan sempat merasa kehilangan jati diri. Saya kembali bekerja saat Jasper umur 6 bulan dan kombinasi antara bekerja dan menjaga anak membuat kualitas hidup saya lebih baik. Saya juga jadi lebih banyak merasakan quality time sama Jasper. Sejak kerja lagi, saya lebih happy dan fokus main sama Jasper. Jasper jadinya hanya sering melihat mama yang bahagia, bukannya mama yang frustasi yang nggak fokus main sama Jasper.

Cuti kelahiran kali ini saya mempersiapkan diri jauh-jauh hari dan saya bertekad untuk berdiam dirumah selama setahun. Saya bertekad mau berhenti sejenak, menikmati hari ini bersama Jasper dan Levia sambil santai merancang masa depan saya. Setelah punya dua anak, saya makin sadar kalau saya mau terus berkembang. Saya tetap mau dikenal sebagai Shinta, bukannya hanya mamanya Jasper dan Levia 🙂 Tujuan saya adalah kalau mereka sudah besar dan ‚nggak butuh‘ saya lagi, saya nggak merasa kehilangan pegangan. Ayo mari bermimpi, berjuang mewujudkan mimpi2 kita dan berbahagia menikmati prosesnya ♥️

Fokus

Gue punya lumayan banyak sepupu yang umurnya deketan sama gue, bahkan ada dua sepupu yang seumuran dan otomatis kita bertiga sekolahnya selalu satu tingkat. Jadi sejak kecil gue sering banget dibanding-bandingin sama sepupu gue. Si sepupu A lebih rajin dan pinterlah, sepupu B lebih alim dan lebih betah dirumah layaknya ‚anak perempuan‘, sedangkan gue?? Ya ampunnn gue emang pas remaja bisa dibilang bandel… Hehe kalo nyokap ngoceh2 suruh belajar, yang ada gue malah makin males belajar. Kalo nyokap ngoceh2 karena gue main di luar terus, gue malah makin sering main di luar. Pokoknya kalo ada orang yang ngoceh2in gue, gue malah makin jadi-jadi deh… Pacaranpun gitu, dulu sempet punya pacar yang ngelarang2 terus, guenya malah sengaja-ngaja ngelanggar larangannya. Contohnya dulu mantan gue selalu ngelarang gue potong rambut. Setiap abis ribut sama dia, pasti gue malah potong rambut pendek hahaha… Entah gue suka atau nggak, pokoknya karena gue sebel sama mantan gue, gue jadi ngelakuin hal yg sebaliknya.

Karena dulu di cap anak bandel dan males, di otak gue jadi terprogram kalo gue emang anak males dan bandel ckckck… Dan setelah gue pindah ke Jerman, baru pelan-pelan gue lebih ngerti diri gue sendiri. Gue bukannya males, tapi gue nggak suka di ocehin dan di paksa-paksa melakukan sesuatu. Gue bisa males dan gue juga bisa rajin. Dan sejak tinggal di Jerman, gue jadi jarang denger kalo gue dibanding2kan dengan sepupu-sepupu gue. Atau sebenernya gue masih di banding2in, tapi guenya nggak pernah denger secara langsung lagi. Dan sejak itu gue merasa banyak banget hal positif yang ada di gue, yang dulunya nggak pernah gue liat.

Sejak itu gue jadi tertekad untuk fokus sama diri gue sendiri dan nggak terlalu peduli sama omongan orang lain. Gue hanya menerima masukan yang bikin gue maju dan memutuskan untuk nggak denger masukan yang bikin gue kayak dulu lagi. Nggak membandingkan keadaan gue dengan orang-orang sekitar gue dan lebih menikmati apa yang gue lakuin. Sejak itu gue merasa hidup gue lebih tenang dan bahagia.

Kebahagiaan hidup gue bukan lagi tergantung dengan orang lain atau lebih parahnya tergantung sama komentar orang lain, tapi sekarang kebahagiaan gue tergantung sama diri gue sendiri. Gue hanya mau melakukan sesuatu yang emang membuat gue bahagia, bukannya melakukan sesuatu biar orang komentar positif tentang gue. Dan itu mujarab banget… Hidup gue jadi lebih tenang dan santai. Emang sih kadang kuping masih suka panas kalo denger2 nyinyiran di sekitar gue, tapi jauh lebih berkurang rasa keselnya. Dan masalah masalah tetep aja ada, tapi karena gue berusaha ngejalaninnya dengan santai jadi bawaannya ga pake stress juga. Karena setiap hidup itu memang nggak ada yang mulus, hidup indah tak ada masalah dan isinya bersenang-senang aja mah cuma kebanyakan ada di instragram 😂😂

Awal bulan ini gue udah memasuki usia 30, ya ampun makkk berasa tua yaaa 😂 Jadi tahun ini gue bertekad untuk lebih fokus lagi sama diri gue sendiri, lebih nggak peduli lagi sama nyinyiran orang, dan juga fokus sama keluarga kecil gue…

Happy Weekend semua ♥️

Getaggt mit , , ,

Bussines Trip

Kalau kalian udah sering baca blog gue, pasti pada tau ya kalau kerjaan gue dari awal selesai kuliah sampai sekarang ini sering banget keluar kotanya atau bahkan keluar negeri juga. Nggak jarang denger respon sinis yang bilang kalau kerjaan gue itu enak banget karena banyak jalan-jalannya. Ihhh rasanya pengen ditoyor deh kalau ada yang komen kayak gitu, karena banyak dinas keluar itu nggak selalu enak dan capek banget. Kalo weekend jadinya pengen leha-leha aja dirumah.

Tapi gue paling seneng kalo kali disuruh dinas ke Jerman Utara dan daerah Berlin. Kenapa?? Karena didaerah sana ada koko gue dan banyak banget temen-temen yang pengen gue kunjungin juga. Biasanya kalo abis kerja didaerah sana pasti tepar banget, ya karena banyak kerja dan banyak main2nya. Hehe…

Nahhh banyak yang nanya juga, pake apa sih gue kalo dinas keluar kota gitu??

1. Mobil

Paling sering sih gue itu naik mobil, tapi tanpa supir ya alias harus nyetir sendiri. Menurut gue paling enak itu emang naik mobil, karena kita lebih fleksibel. Gue bisa mutusin spontan kapan mau berangkat dan kemana. Trus kalo ada perubahaan jadwal ya gue nyantai aja. Trus uda gitu bisa bawaan banyak tanpa mikir-mikir dan kalo ada waktu shopping ya nggak mikir koper muat apa nggak atau bagasi keberatan atau nggak. Hehe…

Capeknya itu ya selama perjalanan harus konsentrasi penuh, jadi pas nyampe tujuan tuh kadang ya udah lumayan capek. Apalagi kalo kena macet… Hualaaa males dehh… Kadang kalo abis nyetir lama pinggang suka sakit-sakit.

Kira-kira sebulan itu gue nyetir sekita 5000 km. Banyak ya… hehe…

2. Kereta

Nahhh jujur gue paling nggak suka naik kereta, jadi jarang juga mutusin buat dinas keluar naik kereta. 

Kenapa?

Kereta di Jerman itu sering banget telatnya, truskan kereta itu sempit ya… Kadang susah deh untuk naruh koper dan bawaan lain-lainnya. Udah gitu lamanya biasanya sama aja kalo kita naik mobil, jadi ya gue lebih milih naik mobillah… Trus harga kereta di Jerman tuh menurut gue mahal, malahan kadang tuh naik pesawat aja bisa lebih murah. Gile ya… 

3. Pesawat

Nahhh… alternativ ini sebenerna alternativ kedua gue, apalagi kalo dinasnya keluar negeri ya pasti naik pesawat ya. Hehe…

Enaknya naik pesawat itu ya lebih kita bisa lebih cepet sampe tujuan, tapi menurut gue ada beberapa kekurangannya juga yang bikin gue males naik pesawat. Pertama ya kita jadi nggak fleksibel, kalo ada perubahan jadwal guenya jadi stress sendiri. Trus bawaannya dibatesin gitu, apalagi seringnya gue nggak mau pake bagasi. Bawa tas buat kabin itu kan kadang repot karena nggak boleh bawa cairan seenakknya. 

Nahhh kalo naik kereta dan pesawat itu pas sampe tempat tujuan gue tetep harus nyewa mobil. Dan gue paling sebel deh kalo nyewa mobil gitu, karena mobilnya bener-bener harus di cek sebelum di pake dan juga sebelum dibalikin, dan harus isi bensin penuh, dll. Ribet!

Jadi kalo menurut gue sih kalo selama bisa nyetir sendiri mening nyetir aja deh. Karena lebih enak aja kalo nyetir mobil sendiri, bisa bawa barang sebanyak2nya, bisa bawa alat2 buat olah raga dan kitanya fleksibel, mau kemana dadakan juga hayo aja dahh… Apalagi dikerjaan gue sekarang ini yang namanya jadwal dadakan tuh sering banget. Hehe…

Kalo kalian gimana???

Getaggt mit , , , , ,

Love-Hate Relationship

Ini bukan cerita tentang relationship gue sama Matthias atau sama seseorang, tapi lebih relationship ke kerjaan baru gue.


Gue udah ceritakan kan kalo sejak Desember tahun lalu gue punya kerjaan baru. Dunia kerja baru, bos dan temen-temen kerja baru, posisi yang baru, ketemu dengan orang-orang baru dan banyak hal-hal lain yang baru. 

Jujur sampe hari ini gue belum terbiasa dengan kerjaan baru gue dan gue juga belum move on dari kerja tempat lama gue. Gue sering masih kangen sama bos gue, masih kangen sama kerjaan gue yang lama dan kadang masih galau ini keputusan untuk pindah kerja itu bener atau nggak. Gue agak heran sih sama gue rasain saat ini, gue belum pernah kayak gini soalnya. Dan biasanya gue konsisten sama apa yang udah gue putusin. Dan sekarang gue nggak yakin… 

Emang ada apa sama kerjaan baru gue??

Sebenernya gue lumayan suka juga sama kerjaan baru gue. Disini gue banyak belajar hal baru, walau kadang suka kangen sama ‚dapur‘ gue, tempat dimana dulu gue selalu bereksperimen. Tapiii… Beban kerjanya disini jauh lebih gede daripada yang dulu. Kayaknya emang gue udah terlalu lama terlena di comfort zone gue dan selalu jadi anak emas bos gue. Sekarang kerjaan gue selalu numpuk, rasanya tuh kerjaan nggak ada abisnya. Padahal gue udah kerja dari pagi sampe malem, bahkan weekend juga. Otak gue nggak pernah berhenti buat mikirin2 kerjaan gue dan gue jd nggak bisa enjoy free time gue. Matthias sampe belakangan ini kawathir kalo gue jd stress sendiri dan nantinya malah sampe burn out. 

Setelah ampir 4 bulan kerja ditempat baru ini, gue mulai lelah dan gue sekarang berusaha ngatur hidup gue lagi, supaya private life dan work life gue balance lagi. I love my new job, but I hate it at the same time!! Gue suka belajar hal baru dan mencoba tantangan baru, tapiii gue benci karena kyknya gue cemen banget jadinya… Gue nggak bisa kerjain kerjaan gue dalam batas waktu kerja normal, gue jadi sering cuekin Matthias karena harus kerjain kerjaan gue pas libur, bahkan harus ngorbanin weekend kita karena gue harus visit sushi bar atau apalah…

Kadang sempet kepikiran buat cari kerja baru, tapi disisi lain gue juga suka sama perusahaan yang sekarang. Ahhh drama bangetlah… Makanya gue sebut ini love-hate relationship. Semoga dramanya cepet kelar yaaa… 🙂 

Getaggt mit , , , ,

Review 2016

Haduhh… rasanya cepet banget ya 2016 ini berlalu. Jujur tahun ini gue cukup terlena dengan berkat-berkat yang gue dapetin di tahun ini. Yes, 2016 is maybe my best year in my life! 

Tahun ini gue mulai dengan mengganti status dari single jadi married. Pernikahan catatan sipil yang sederhana bersama-sama keluarga deket gue dan Matthias. Di hari itu gue juga seneng banget karena koko gue yang paling gede nyempetin dateng, karena kita udah bertahun-tahun nggak ketemu. Hubungan gue dan dia emang mulai renggang sejak beberapa tahun yang lalu, yang gue sendiri nggak tau jelas apa alesannya.


Setelah pernikahan catatan sipil selesai, gue dan matthias mulai disibukan dengan persiapan pernikahan gereja kita dan resepsi di Jakarta. Gimana tahun ini nggak AWESOME??!! Ngerayain wedding aja 3 kali. Hehe… Nikah 3 kali sama orang yang sama itu sesuatu bangettt 😂😂

Di awal tahun kita juga mutusin untuk beli mobil baru. Itung2 hadiah pernikahan buat kita berdua deh 🙂 🙂 Setelah mikirnya lamaaaa banget, akhirnya kita mutusin buat beli Mazda 3. Itu udah jadi favorite gue dari awal sih. Hehe


Karena disibukkan dengan persiapan wedding di bulan mei, diawal tahun kita harus extra irit banget dan sedikit banget waktu santainya. Jadinya nggak sempet jalan-jalan banyak deh… Cuma sempet ke Den Haag dan Leiden aja sambil nyobain mobil baru pas bulan Januari dan sempet ke FO di Roermond sama koko gue dan keponakan gue buat beli oleh-oleh buat keluarga di Jakarta. 

Nikah gereja kita di Jerman juga berjalan lancar. Enaknya pesta nikahan disini itu karena yang dateng jauh lebih dikit dan semua yang dateng itu kita kenal baik. Jadi rasanya lebih nyaman aja… 


Pas akhir mei kita ngadain resepsi lagi di Jakarta. Dan pastinya lebih rame dan heboh. Tapi banyak yang nggak gue kenal 🙈🙈 Dan ternyata resepsi di Jakarta jauh lebih capein daripada yang di Jerman. Hehe… Matthias aja pas abis selesai resepi langsung KO. Mesti minum painkiller segala. Hehe


Setelah semuanya selesai kita mulai liburan ke bali sama family gue dan Matthias. Ini pertama kalinya lho mertua gue naik pesawat. Hehe dan pertama kalinya mereka langsung dari Jerman ke Indonesia. Untungnya semua berjalan lancar 🙂 Ini pertama kalinya juga keluarga besarnya Matthias ketemu sama keluarga sangat besar gue. Haha… Pusing deh pala mereka. Yang paling bikin pusing sih pas di Bali dan Jogja ya… Orang indonesia itu kalo liburan beda modelnya sama orang jerman. Orang jerman itu lebih santai dan lebih di nikmatin. Kalo orang indonesia maunya kebanyak tempat dan yang penting foto2 aja. Hihi jadinya Matthias dan mertua gue berasa kayak diburu2 gitu dan agak nggak nyantai liburannya. Tapi mereka tetep seneng sih 🙂


Setelah itu gue, Matthias dan mertua gue lanjut liburan ke Singapur sebelum balik ke Jerman lagi.

Pas di Singapur sih seperti biasa yaa… Banyak jalannya 😅😅 Kaki gue selalu sakit-sakit kalo kesini, tapi entaj kenapa tetep nagihin. Mertua gue juga suka banget di Singapur. Berasa kayak di Jerman tapi dengan suasana dan kultur asia. 


Nahhh… sebenernyakan ke Bali, Jogja dan Singapur itukan bulan madu kita ya, tapi mana enak ya bulan madu rame2. Nggak seru gitu 🙈🙈 Jadinya kita mutusin untuk liburan ke Korea deh pas bulan September. Sekalian itung-itung kado ulang tahun buat gue dan Matthias deh 🙂

Dan gue beneran suka banget sama Korea 😍😍 Suasananya enak, makanannya apalagiii… Bikin nagih!! 


Ahhh ngangenin banget liburan kesan 😍😍 

Nahhh gue pikir itu jadi liburan terakhir kita di tahun 2016 dan nggak ada rencana2 besar lagi di tahun ini. Tapi ternyata kejutan-kejutan itu nggak diduga datengnya. 

Di akhir tahun gue dapet kerjaan baru dan kita juga sempet liburan ke Portugal. Ini liburan kedua gue ke Portugal dan tetep masih nagihin…


Tahun ini banyak kejadian2 yang menyenangkan untuk gue dan Matthias. Tapi ada moment2 yang bikin sedih juga… Salah satunya meninggalnya sepupu gue secara mendadak. Dia udah kayak cici gue sendiri yang sering jadi tempat curhat gue. Dan juga ada beberapa cerita sedih lainnya yang nggak bisa gue ceritain satu2. 

Tapi gue bisa bilang kalo tahun ini adalah termasuk tahun terbaik di hidup gue. Thanks God buat semuanya… Banyak banget berkat-berkat dan kemudahan-kemudahan yang Dia berikan untuk gue dan Matthias di tahun ini. Jadi rasanya gue bisa tutup tahun ini dengan penuh rasa syukur dan senyum lebar. 

Tahun 2017 pun akan gue mulai dengan tantangan-tantangan yang sudah menanti. Untuk tahun 2017 gue cuma berharap kalo gue bisa jadi gue yang lebih baik… Lebih bijaksana, lebih dewasa, lebih sabar dan belajar hidup lebih sederhana. Dan… semoga keluarga kecil kami semakin di ramein ya 🙂 🙂 

Selamat Datang 2017! Please be nice to me and my family, 2017 😇😇

Happy New Year semua!!! 🍾🍾

Getaggt mit , , ,

Merry Christmas 2016

Selamat Natal untuk kalian yang merayakan ya… Semoga damai menyertai kita semua 😇

Natal tahun ini termasuk natal yang istimewa untuk gue. Ini tahun adalah tahun pertama ngerayain natal sebagai Mrs. Schmidt. Biasanyakan kalo natalan di keluarganya Matthias sebagai pacarnya, tapi kali ini sebagai istrinya. Hihi… Rasanya?? Sebenernya sama aja sama tahun2 sebelumnya. Haha… 


Tapiii tahun ini kita juga kedatengan tamu dari Exeter 🙂 Keponakan gue dateng dan stay di tempat kita selama natal. Dan kalo ada tamu gitu biasanya ya kita udah bikin2 rencana donk ya mau ngapain aja selama natalan, biar dia nggak bosen di tempat kita 🙂

Dia dateng pas tanggal 23 malem, jadi ya cuma jemput dia dan beli döner kebab untuk late dinner kita jam 12 malem. Haha… malem itu pertama kalinya dia di eropa makan döner kebab ternyata. Selama ini cuma cobain kebab di Indonesia aja dan ternyata dia suka banget. Bahkan satu kebab itu dia abis sendiri dan itu porsinya gede banget. Haha…

Pas tanggal 24 pagi kita sarapan bertiga bareng dan abis itu nyoba bikin muffin gitu. Dia udah pesen jauh2 hari, kalo ke tempat gue mau belajar masak dan bikin kue 😄😄 Jadinya ya hari pertama bikin muffin, tapi gue udah lama banget nggan bikin muffin dan entah kenapa muffin gue itu jadinya bantet 😪 Trus kita ulang sekali lagi dan hasilnya tetep aja bantet. Huhu kira2 apa yang salah ya?? Ada yang punya tips?? 

Nahhh abis itu kita beberes untuk ngerayain malem natal di tempat mertua. Karena mamanya Matthias itu selalu niat banget ngedekor rumahnya dengan hiasan-hiasan natal, keponakan gue sampe exited banget. Hehe… Trus itu pertama kalinya dia nyobain makanan Jerman. Menunya bebek dan kelinci pangang gitu. Tapi kita berdua cuma makan bebeknya aja. Kelinci terlalu lucu untuk dimakan, jadi nggak tega gue makannya. Dan ternyata dia suka lho makanan Jerman 😄😄

Pas tanggal 25nya itu kita mutusin untuk main ski indoor gitu. Sebelumnya kita masak-masak dulu dongg 🙂 Kita bikin sate ayam, sate kambing, gado-gado dan tiramisu. Semuanya enakkk… Dan semua itu kita makan buat breakfast. Haha breakfastnya berat banget yaaa… Abis kalo nggak, nggak keburu untuk main ski. Jadi dengan perut kekenyangan kita langsung cabut ke tempt main skinya.

Gue dan Matthiaskan pernah ikut kursus gitu pas 2 tahun lalu, jadi kali ini udah lumayan mainnya. Malah Matthias udah jago banget. Dia nggak pake jatoh-jatoh lhoo… Sedangkan gue masih suka jatoh2 kadang2. Keponakan gue ini pernah sekali main ski pas di korea 7 tahun lalu, berarti dia masih kecil banget tuh. Hehe… Dan jadi mainya masih sering2 jatoh, tapi anaknya aktif banget jadi pantang menyerah dan nggak kapok-kapok. Hehe


Pokoknya seru banget deh… Mudah2an next time bisa beneran main ski di gunung ya… 

Nahh karena kita keasyikan main ski, sampe lupa waktu aja lho… Tiba-tiba udah jam 9 malem aja. Haha… Jadi langsung cepet2 cabut karena kita mau dinner di Brauhaus gitu. Dan ternyata emang apes ya kita, pas sampe sana kita udah nggak bisa mesen makanan lagi karena udah kemaleman 😪 Jadinya ya dinner döner kebab lagi. Hehe Soalnya disini tuh kalo malem gitu nyari makanan susah, yang buka ya cuma resto2 turki gitu.

Dan hari ini, tanggal 26 desember keponakan gue itu udah mau balik ke Exeter. Nahhh acaranya itu siangnya jalan-jalan di Christmas Marketnya. Okayyy Christmas Market tuh udah tutup pas tanggal 23 desember dan mulai tanggal 26 ini namanya berubah jadi Wintermarket. Padahal tempat dan isinya sama semua, tapi peraturan di Jerman gitu. Christmas Market cuma boleh di namain gitu sampe sebelum natal, setelah itu harus pake nama lain. Aneh ya?? Haha…

Karena kalo berkunjung ke Jerman itu emang harus banget dateng ke Christmas Marketnya. Sayangnya ponakan gue dateng ya itu tanggal 23 malem banget, jadi udah pada tutup. Jadi nggak bisa keliling Christmas Market di Cologne yang kece itu… Hehe Tapi ya untungnya hari ini masih ada satu yang buka sih, walau cuma satu dan nggak gede-gede banget tapi yang penting udah ngerasain deh… Hehe

Sebenernya kita ada rencananya juga mau ke Chocolate Museum. Tapi pas bangun pagi itu badan kita tuh sakit-sakit semua, gara-gara abis guling2an kemaren pas main ski. Haha jadinya batal dehhhh…

Sebelum nganterin dia balik ke bandara, akhirnya kita kesampaean ngajak dia makan di Brauhaus dan kita langsung mesen big plate gitu dengan macem2 isinya. Dan semuanya enak-enak 👍👍 


Abis itu jalan-jalan bentar di sekitar Cologne dan moto-moto donk di depan Domnya yang terkenal itu.


Abis itu nganterin dia ke bandara deh… Nyampe rumah gue langsung tewas dan pules tidur. Hihi makanya sekarang malah jadi nggak bisa tidur 🙂

Biarpun capek dan jadwalnya padet banget, tapi tetep nyenengin banget… Thank you for visiting us, Jazz!! 

Dan besok mulai kerja lagi deh… Gimana dengan acara natalan kalian?? 

Getaggt mit , , , , , , , ,