Schlagwort-Archive: anniversary

Empat Belas Tahun

Empat belas tahun bukan waktu yang sangat lama, tapi cukup lama untuk membentuk kita menjadi pribadi yang berbeda. Matt dan saya adalah sosok yang sangat berbeda empat belas tahun yang lalu. Pemikiran dan prioritas kami juga tentunya sangat berbeda dengan sekarang.

Saya nggak pernah mencari pasangan yang bisa membiayai kehidupan saya atau pasangan yang mempunyai segalanya. Untuk saya pasangan adalah sosok yang berada disamping saya, sejajar dengan saya, berjuang bersama saya dan bersama menikmati hari-hari bersama saya.

Kami belajar untuk saling menghargai satu sama lain. Kami hampir tidak pernah bertengkar sengit, tapi cukup sering adu argumen dan berdikusi panjang tentang segala hal. Kami selalu berbagi pendapat dan biasanya kami bisa menyejajarkan pandangan kami. Setiap keputusan yang kami ambil selalu melalui proses panjang dikusi. Hal yang paling penting dalam berdikusi adalah bggak boleh bawa perasaan, tapi lebih pakai logika. Kalau saya lagi PMS ya diskusinya ditunda dulu 😛

Kami belajar untuk saling tidak mengubah satu sama lain. Kami belajar untuk menerima kekurangan satu sama lain. Ya… Matt dan saya berbeda diberbagai sisi, tapi perbedaan itu yang membuat kehidupan kami lebih nyaman sekarang.

Kami saling mendukung satu sama lain. Tidak ada pembahasan karir siapa yang lebih penting. Tidak ada pembahasan pendapatan siapa yang lebih besar. Kami berusaha untuk selalu mendukung pilihan kami, karena Matt dan aku selalu ambil keputusan bersama. Saat keputusan yang kami ambil tidan sesuai harapan, kamipun tidak saling menyalahi. Kami belajar dari kesalahan dan bersama mencari solusinya.

Begitupun dengan menjaga anak ataupun membersihkan rumah. Bukan tugas saya sebagai istri untuk ganti popok anak, mandiin anak atau ngepel rumah. Semua itu tugas bersama, semua pekerjaan rumah dilakukan bersama-sama. Bahkan Jasperpun sudah mulai dilibatkan dalam hal ini.

Dan yang juga penting adalah kami saling memberi ruang untuk kami. Saat saya butuh untuk sendiri, Matt siap untuk menjaga anak-anak dirumah dan begitu juga sebaliknya.

Saat kami berhasil mengubah pandangan dan berhenti berharap, semua menjadi terasa lebih ringan. Saat kami berjalan sejajar dan saling mendampingi, semua terasa menjadi lebih nikmat. Matt bukan tulang punggung keluarga atau kepala rumah tangga, tapi kami berdua yang menjadi tulang punggung keluarga dan kami berdua yang mengepalai rumah tangga 🙂

Getaggt mit ,